Jakarta – Platform layanan digital berbasis daerah, JOHAR, menawarkan skema kemitraan yang lebih ramah bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya sektor kuliner. Dengan potongan aplikasi hanya 10 persen, JOHAR menargetkan dapat membantu UMKM, warung makan, dan restoran lokal beradaptasi dengan layanan digital tanpa terbebani biaya tinggi.
Tingginya potongan pada platform digital selama ini dinilai menjadi salah satu hambatan utama bagi UMKM untuk mengembangkan penjualan secara daring. Melalui pendekatan yang lebih ringan dan transparan, JOHAR berupaya menghadirkan model kemitraan yang lebih berkelanjutan bagi pelaku usaha daerah.
“JOHAR hadir untuk memberi ruang tumbuh bagi UMKM. Dengan potongan yang lebih kecil, pelaku usaha tetap memiliki margin yang sehat tanpa harus menaikkan harga jual,” kata perwakilan manajemen JOHAR dalam keterangan resminya.
Potongan 10 Persen Dinilai Lebih Berpihak ke UMKM
Dalam skema kemitraan JOHAR, pelaku usaha menerima 90 persen dari nilai transaksi, sementara 10 persen dialokasikan sebagai biaya aplikasi. Skema ini berlaku untuk seluruh layanan, termasuk pemesanan makanan, pengantaran, dan jasa lainnya.
Bagi pelaku usaha kecil dengan margin terbatas, perbedaan potongan menjadi faktor krusial. Dengan potongan yang lebih rendah, UMKM dapat menjaga daya saing harga sekaligus meningkatkan volume transaksi.
Sebagai ilustrasi, dari transaksi senilai Rp50.000, potongan aplikasi hanya Rp5.000, sehingga pelaku usaha tetap menerima Rp45.000 secara bersih.
Ekosistem Berbasis Wilayah dan Driver Lokal
JOHAR mengusung konsep pengembangan berbasis wilayah dengan melibatkan driver lokal di setiap daerah operasional. Pendekatan ini dinilai mampu meningkatkan efisiensi pengantaran karena driver lebih memahami kondisi dan karakteristik wilayah.
Bagi pelaku UMKM, keberadaan driver lokal juga memudahkan koordinasi serta mempercepat layanan pengiriman, yang berdampak pada kepuasan konsumen.
Harga Tetap Dikendalikan Pelaku Usaha
Berbeda dengan beberapa platform yang mendorong penyesuaian harga, JOHAR memberikan kebebasan penuh kepada mitra UMKM untuk menentukan harga produk. Tidak ada kewajiban menaikkan harga demi menutup biaya platform.
Kebijakan ini diharapkan dapat menjaga stabilitas harga di tingkat konsumen sekaligus memperkuat hubungan jangka panjang antara pelaku usaha dan pelanggan.
Pendampingan dan Akses Digital bagi UMKM Daerah
Untuk mendukung transformasi digital UMKM, JOHAR menyediakan proses pendaftaran yang sederhana serta pendampingan melalui admin wilayah. Pelaku usaha akan dibantu mulai dari tahap pendaftaran, pengelolaan menu, hingga operasional di aplikasi.
JOHAR menargetkan agar lebih banyak warung makan, kedai rumahan, dan restoran lokal dapat mengakses teknologi digital tanpa harus mengorbankan keuntungan usaha.
Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Lokal
Melalui kolaborasi antara UMKM, driver, dan mitra wilayah, JOHAR berharap dapat berkontribusi terhadap penguatan ekonomi daerah. Aktivitas ekonomi digital tidak hanya terpusat di kota besar, tetapi juga tumbuh merata hingga ke tingkat kabupaten dan kecamatan.
“Ketika UMKM berkembang dan driver lokal mendapatkan penghasilan yang layak, maka dampaknya akan terasa langsung pada perekonomian daerah,” ujar manajemen JOHAR.
Tentang JOHAR
JOHAR merupakan platform layanan digital karya anak bangsa yang menyediakan layanan pemesanan makanan, transportasi, kurir, dan jasa berbasis komunitas. Dengan pendekatan kemitraan yang inklusif dan potongan aplikasi yang rendah, JOHAR berkomitmen membangun ekosistem digital yang berkeadilan dan berorientasi pada penguatan ekonomi lokal.
INSTAL APLIKASI MITRA UMKM SEKARANG!
Ojek online di surabaya teermurah, ojek online cepat di bandung, pesan ojek online di tembalang, johar ojek online di jawa tengah, johar ojek online di jawa barat, johar ojek online di jawa timur, johar ojek online di kalimantan, johar ojek online di NTT, johar ojek online di banten, ojek online di semarang, ojek online di jepara, ojek online di tangerang
